Tingkatkan Kompetensi Guru, MTsN 3 Jakarta Gelar Pelatihan Penyusunan Soal HOTS

Uncategorized

Jakarta (Humas MTsN 3 Jakarta) — Senin (24/8/2026), MTsN 3 Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) bagi para guru. Kegiatan yang berlangsung di PSBB (Pusat Sumber Belajar Bersama) MTsN 3 Jakarta ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 24 dan 26 Agustus 2026, mulai pukul 06.30 hingga 16.15 WIB. Pelatihan menghadirkan Dr. Yasri, M.Pd., sebagai narasumber yang memberikan penguatan kompetensi kepada para guru dalam menyusun instrumen penilaian yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTsN 3 Jakarta, Muhamad Zubad. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi dan tidak berhenti belajar di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. “Kita tidak boleh terlena atas apa yang kita miliki, oleh karena itu kita harus terus meningkatkan ilmu dan pengetahuan kita sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Muhamad Zubad.

Lebih lanjut, Muhamad Zubad menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas asesmen. Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan dalam menyusun soal yang tidak hanya mengukur kemampuan mengingat dan memahami, tetapi juga mampu mengembangkan daya nalar, analisis, kreativitas, serta kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan. “Melalui pelatihan ini, saya berharap para guru semakin terampil menyusun soal yang berkualitas, sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik,” tambahnya.

Dalam penyampaian materi, Dr. Yasri, M.Pd., memberikan berbagai pengetahuan, contoh, dan analogi yang berkaitan dengan kerangka berpikir dalam penyusunan soal HOTS. Para guru diajak memahami bahwa penyusunan soal yang baik perlu dimulai dari perencanaan pembelajaran yang jelas, khususnya dalam menentukan tujuan pembelajaran yang berlandaskan pada capaian pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan melalui surat keputusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Yasri juga menguraikan alur penyusunan soal HOTS secara sistematis, mulai dari memahami capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan indikator, hingga mengembangkan stimulus dan pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis. Melalui berbagai analogi yang disampaikan, para guru memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai perbedaan soal yang sekadar menguji kemampuan mengingat dengan soal yang benar-benar mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Selama pelatihan berlangsung, seluruh guru MTsN 3 Jakarta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat. Suasana pelatihan semakin aktif dengan adanya diskusi dan tukar pendapat antarguru dalam menentukan alur penyusunan soal HOTS. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga berkesempatan mendiskusikan penerapannya dalam penyusunan soal sesuai mata pelajaran masing-masing.

Melalui pelatihan ini, MTsN 3 Jakarta terus berupaya meningkatkan kompetensi profesional para guru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran dan asesmen di madrasah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan guru yang semakin kompeten dalam menyusun soal berbasis HOTS sehingga mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, analitis, dan mampu memecahkan berbagai persoalan. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik MTsN 3 Jakarta,” pungkas Muhamad Zubad.